Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Bahasa

Indonesian English

Forum Komunikasi BPPLAMPUNG

Versi Mobile BPP LAMPUNG

RSS Syndicator

BPP Lampung RSS

Kalender

<<  September 2014  >>
 Se  Se  Ra  Ka  Ju  Sa  Mi 
  1  2  3  4  5  6  7
  8  91011121314
15161718192021
22232425262728
2930     
Alternatif Pengganti Beras PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 20 Oktober 2010 08:21

Alternatif Pengganti Beras

Saat ini masyarakat Indonesia makin tergantung kepada beras sebagai makanan pokok sehari-hari. Hal ini tentu tidak baik karena produksi beras harus terus digenjot. Dan kalau tidak terpenuhi maka Indonesia harus impor dari negara lain.

Indonesia merupakan salah satu negara tropik dengan tanah yang subur. Hal ini menyebabkan aneka jenis tanaman tumbuh subur di Indonesia, tak terkecuali bahan makanan pokok. Selain beras yang selama ini mendominasi bahan makanan pokok masyarakat Indonesia, masih banyak bahan pangan lain sebagai sumber karbohidrat. Bahan makanan ini pun tentunya mamiliki nilai gizi yang tak kalah baik dengan nilai gizi yang dikandung beras. Contohnya adalah jagung, sagu, singkong, dan ubi jalar.

Ubi jalar merupakan bahan pangan lokal yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia. Umbi-umbian ini memiliki kandungan betakaroten yang cukup tinggi, vitamin, zat besi, dan kalsium. Namun sayangnya pengolahan ubi jalar masih sebatas sebagai kudapan dan teman minum teh. Padahal sebenarnya ubi jalar dapat dijadikan sebagai bahan makanan pokok, seperti yang dilakukan masyarakat di Papua dan Kep. Mentawai.

Pengolahan ubi jalar akan lebih efektif dengan dikeringkan. Pengeringan ini akan membuat ubi semakin manis, serta dapat disimpan dalam waktu lama, bahkan dapat dijadikan bahan makanan saat musim paceklik. Penanaman ubi jalar tersebar luas di seluruh Indonesia, terutama pada daerah kering dan hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber irigasi. Hal yang mengecewakan adalah area penanamannya yang jauh lebih sempit dari area penanaman padi. Akibatnya, produksi ubi jalar menjadi berkurang. Meskipun sebenarnya untuk area penanaman yang sama, produksi ubi jalar dapat mencapai dua sampai tiga kali lebih banyak dari produksi padi. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya ubi jalar merupakan bahan pangan yang produktif dan harus dimanfaatkan secara optimal, guna menunjang ketahanan pangan nasional.

oleh : Ajuna Putra

Komentar (0)add
Tulis Komentar
perkecil | perbesar

busy
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 20 Oktober 2010 08:29